Patutkah saya mengakui perbuatan saya?

Kuangkat langsung HPku ketika berdering dan waktu sedang menunjukkan waktu 12.08 WIB berarti gak masalah karena bukan jam kerja. Kulihat HP ku ternyata nomor asing yang masuk dengan nomor kode lokal (0341) dibenakku langsung terbesit dengan kota malang.

Assalamu’alaikum, ku angkat HP ku ternyata seorang ibu yang menjawab. Alhamdulillah aku katakan ternyata ibu masih ingat saya, beliau adalah ibu ta’mir masjid di salah satu desa di malang yang kebetulan saya singgahi selama masa kuliah. Aku merasa bersalah karena aku tidak begitu menyempatkan untuk menelepon terlebih dahulu ketika bisa, ternyata sudah kedahuluan dengan beliau yang menelepon saya. Setelah menegur sapa tanya keadaan dan lain sebagainya, ternyata pertama yang melontar dari mulut beliau adalah : “Mas yud tolong sampean jujur dan jawab dengan apa adanya”. Dengan pertanyaan seperti itu, aku langsung bingung dan berusaha untuk tetap mendengarkan pertanyaan beliau sembari berangan-angan apakah gerangan yang akan aku jawab, tentang aku kah, tentang perjodohan kah? (maklum beliau kan punya anak putri yang dah besar dan cantik pula,..😀 ). ataukah tentang yang lainnya selain aku?

Setelah diteruskan tentang perkataan beliau tadi, ternyata beliau menanyakan kepada saya tentang permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan masjid tempat aku dulu sehari-hari, Kebetulan aku dulu tidak sendirian dimasjid, Aku dengan 2 temenku saling  bahu membahu untuk mengurus masjid dalam hal kesehariannya. Permasalahan ini ada kaitannya dengan salah satu temenku, aku tak menyangka kok bisa terjadi.

Ini permasalahan pelik, susah dan perlu pemikiran yang jernih dan matang untuk memecahkannya. Ketika aku ditanya dengan sangat tegas aku jelaskan dengan jujur dan apa adanya, dengan tujuan untuk kebaikan bersama, selain untuk temenku juga untuk masyarakat setempat. Haruskah aku menjawabnya? dengan tegas aku jawab YA. Dengan adanya berita ini aku jadi teringat dulu gimana aku dimasjid dengan temenku ini, gimana sifatnya, kesehariannya dll.

Akhirnya aku hanya bisa berdo’a semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk si dia khususnya dan untuk masyarakat sekitar masjid pada umumnya. amin ya robbal alamin.

Dari sekelumit peristiwa ini bisa diambil hikmahnya, bahwa ada baiknya untuk berkata jujur walaupun itu tidak mengasikkan bagi kita, tetapi manfaatnya lebih besar dan bermakna untuk kelangsungan hidup kita.

Semoga bermanfaat !!!

Salam13

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s